Peluh Untuk Pulih
Rinai-rinai rinduku jatuh basahi hatimu
Ada secerca rindu menyambut diambang pintu
Tidakkah kau ingin coba tuk kembali
Menyeruput hangat dari sepasang cangkir kopi dan bincangan dari imaji?
Relung hati yang gersang
Rutin disiiraminya hingga subur
Mengambil jalan lain atau mengikuti arus takdir, tak apa
Perutku bak dihinggapi ribuan kupu-kupu
Sebelum saat ini, dilangit tampak benar-benar kelabu
Banyak debu dan polusi
Sesak dan jauh sekali dari kata sejuk
Bagai tamparan yang sangat menyakiti
Lihat kota jakarta?
Langitnya tidak bisa berbohong
Dia terlihat secerah harapan baru
Harapan kita semua akan pulihnya dunia ini
Pandemi ini memang menakutkan
Tapi sikap serakah yang dimiliki manusia lebih menakutkan
Bumi tengah melepaskan rasa sakitnya
Mari bantu nyawa lain untuk tetap berada di bumi, ya?
Brebes, 14 Mei 2020
Ada secerca rindu menyambut diambang pintu
Tidakkah kau ingin coba tuk kembali
Menyeruput hangat dari sepasang cangkir kopi dan bincangan dari imaji?
Relung hati yang gersang
Rutin disiiraminya hingga subur
Mengambil jalan lain atau mengikuti arus takdir, tak apa
Perutku bak dihinggapi ribuan kupu-kupu
Sebelum saat ini, dilangit tampak benar-benar kelabu
Banyak debu dan polusi
Sesak dan jauh sekali dari kata sejuk
Bagai tamparan yang sangat menyakiti
Lihat kota jakarta?
Langitnya tidak bisa berbohong
Dia terlihat secerah harapan baru
Harapan kita semua akan pulihnya dunia ini
Pandemi ini memang menakutkan
Tapi sikap serakah yang dimiliki manusia lebih menakutkan
Bumi tengah melepaskan rasa sakitnya
Mari bantu nyawa lain untuk tetap berada di bumi, ya?
Brebes, 14 Mei 2020
Komentar
Posting Komentar