Secerca Wejangan Berarti

Gigil tengah menghujami relung hampa didadaku
Wejangan-wejanganmu bagai kalimat merdu yang syahdu
"Kamu harus berani perih, boleh berkeluh kesah. Asal jangan ceritakan pada siapapun"
Selama nenek masih ada, katamu

Kau mengatakan "jika kelak aku sudah tiada" dan kau butuh tempat untuk mengadu haru biru
Saat yang kau pikir teman telah mulai beranjak berlalu satu persatu
Coba tengok siapa yang ada selain aku?, orang tuamu
Mereka akan menampung banyak rasamu

Mencari langkah yang salah sampai harus jatuh berkali-kali
Depan belakang, kanan kiri, banyak pendusta yang siap memeluk, menusuk, dan mengkhianati
Doa menjadi satu-satunya bentuk kasih-cintaku
Yang tersayang enam tahun lalu, aku merindukanmu

Namun bila bunga terakhir telah ditaburkan, aku bisa apa?
Jangankan menceritakan segala keluh kesahku
Sekedar ingin melihatmu saja, harus ku patahkan impian itu
Benar katamu, jangan salah mengartikan sebuah kepercayaan

Brebes, 09 Mei 2020

Komentar