Semesta Lebih Tahu
Aku tergugu dalam kenyamanan
Menerawang batas-batas logika
Kau tetap menggenggamku meski kau tahu hatiku lebam
Aku tak tahu aku sedang kenapa
Sungguh, otakku terasa penuh
Pulih atas apa yang aku pilih
Segala patah, eluh, dan peluh
Semoga bukan hanya pengganti
Tidak apa sesekali merasa semesta begitu tak adil
Sampai menangis terisak-isak tangis pilu jadi tempat pulangmu
Setelah itu menebar senyum palsu
Tidak apa kau tertatih
Namun, jika hanya basa-basi dan kebohongan
Bukan bermaksud menyuruhmu pergi, terserah maumu
Aku tak suka mengada-ada perihal rasa
Separuh saja, rasaku, rasamu
Brebes, 09 Mei 2020
Menerawang batas-batas logika
Kau tetap menggenggamku meski kau tahu hatiku lebam
Aku tak tahu aku sedang kenapa
Sungguh, otakku terasa penuh
Pulih atas apa yang aku pilih
Segala patah, eluh, dan peluh
Semoga bukan hanya pengganti
Tidak apa sesekali merasa semesta begitu tak adil
Sampai menangis terisak-isak tangis pilu jadi tempat pulangmu
Setelah itu menebar senyum palsu
Tidak apa kau tertatih
Namun, jika hanya basa-basi dan kebohongan
Bukan bermaksud menyuruhmu pergi, terserah maumu
Aku tak suka mengada-ada perihal rasa
Separuh saja, rasaku, rasamu
Brebes, 09 Mei 2020
Komentar
Posting Komentar